Bercerita Lewat Window Display

Bila jalan-jalan ke mall, apa yang menarik dari toko-toko yang berjejer di sana? ya, window display, atau jendela pajang. Keberadaan window display makin hari makin menjadi perhatian konsumen.
Selain sebagai ajang komunikasi antara toko atau brand kepada konsumennya, window display sering dimanfaatkan juga sebagai upaya untuk membangun image. Dalam hal ini, seorang visual merchandiser, yaitu orang yang tugasnya mendisplay produk, akan memanfaatkan window display semaksimal mungkin dengan membuatnya lebih atraktif dan informatif.
Window display dikelola berdasarkan tema atau event yang sedang berlangsung, tujuannya agar informasi produk atau image atau promosi bisa tersampaikan kepada konsumen maupun pengunjung lain yang kebetulan lewat. Yang dipajang kadang hanya berupa kreasi grafis atau aransemen menyerupai seni instalasi. Sebulan sekali atau 2 kali, dengan leluasa, visual merchandiser menterjemahkan tema atau promo ke dalam satu bentuk aransemen 3 dimensi. Harus atraktif dengan menempatkan produk sedemikian rupa dengan properti penunjang lain dalam paduan warna yang dipikirkan cermat dan juga bisa mudah dipahami, agar pesannya sampai.
Bagai melihat sebuah cerita bila window display dibuat dalam suatu aransemen yang menarik dan atraktif. Window display yang baik dan benar adalah yang bisa membangkitkan keinginan calon konsumen untuk tahu lebih jauh tentang produk atau promo yang dipajang dengan melangkah masuk ke dalam toko tersebut.
Nah mulai sekarang kalau jalan ke mall, coba perhatikan yaa window display toko-tokonya...