Ada Apa dengan Katun (1)

Bahan yang sudah tidak asing lagi bagi khalayak umum. Katun terkenal karena nyamannya dan mudah menyerap keringat. Walaupun ada yang beranggapan bahwa pemeliharaannya agak sulit. Kenyamanan katun selain karena kemampuannya menyerap keringat, juga karena teksturnya yang cukup lembut, terutama pada bahan kaus katun (knitted).

Katun adalah serat alam dari tumbuhan kapas. Di Indonesia hanya sedikit perkebunan kapas, saat ini yang terbaik adalah kapas dari daerah Sumba Timur, NTT. Dari pohonnya, kapas itu adalah bunga, dipanen dan diolah menjadi serat dengan cara dipintal karena tergolong berserat pendek. Kemudian dijadikan benang dengan puntiran tertentu dan langsung ditentukan tebal tipisnya yang nantinya akan berefek pada tebal tipisnya bahan.

Maka tak heran jika kaus katun (T-Shirt) makin lama akan makin terasa nyaman di kulit karena serat-serat pendeknya banyak bermunculan lepas dari puntiran benangnya karena sering bergesekan, permukaan bahan makin berbulu (fuzzy) dan karena itu warna bahan pun akan terlihat lebih pudar.

Pemeliharaannya sebetulnya tidak sulit. Dicuci dengan mesin pun tahan, dikeringkan dengan bagian luar di dalam dan bahan katun knitted jangan dijemur dengan digantung. Setrika memang harus dengan temperatur tinggi agar kusutnya segera hilang. Penyimpanan harus dalam keadaan kering. Bahan katun lembab akan mudah diserang serangga, tandanya bahan jadi berbintik-bintik hitam, serangga ini hidup dengan memakan bahan maka lama kelamaan akan jadi bolong dan apek. Segera buang jika mendapatkan bahan katun sudah seperti ini.