Mengenal Teknik Motif pada Bahan (1) - Yarn Dyed

Motif bahan kotak-kotak dan bergaris sedang dan akan digandrungi di tahun depan, 2019. Motif-motif itu umumnya dibuat dengan teknik yarn dyed (celup benang). Ada juga motif-motif ini yang dikreasikan dengan teknik printing, tetapi hasilnya hanya terlihat di permukaan bahan saja, sedangkan bahan motif yarn dyed di kedua sisinya akan terlihat sama warnanya, itulah cara membedakan kedua teknik ini. Yarn dyed biasanya lebih "bergengsi" karena metode pembuatannya lebih kompleks sehingga bahan lebih awet, sedikit lebih mahal dan tidak tampak "murahan".

Dari namanya kita tahu bahwa benanglah yang memegang peranan dalam kreasi ini, benanglah yang diberi warna terlebih dahulu sesudah itu baru di tenun atau di rajut menjadi sehelai bahan. Benang-benang ini diberi warna dengan berbagai teknik, ada metode manual dengan cara benang direbus dalam cairan berwarna tekstil alam atau sintetis, banyak dilakukan oleh masyarakat tradisional di pedesaan untuk membuat kain khas daerah, seperti ikat.

Yarn dyed bisa dibuat dari berbagai bahan dasar, seperti katun, wol maupun sutera, maupun bahan sintetis lainnya seperti poliester atau nilon. Yarn dyed dengan menggunakan bahan dasar sintetis punya keunggulan lebih awet warnanya, apalagi jika pewarnaan dilakukan di proses yang lebih awal lagi, yaitu ketika masih menjadi serat seperti yang umumnya dilakukan untuk benang wol.

Bahan bermotif kotak-kotak maupun stripe ini sering juga disebut sebagai "yarn dyed", penyebutannya mengikuti bahan dasar benang, misalnya katun yarn dyed. Bahan yarn dyed katun banyak digunakan untuk membuat kemeja formal untuk pria, maupun tunik yang bergaya casual.